Suntiang Hiasan Kepala Pengantin Anak Daro Minang

Dalam pernikahan adat minangkabau, suntiang merupakan suatu simbolis bagi perempuan yang sudah dewasa yang telah melewati masa peralihan dari remaja.  Sekaligus, menjadi lambang beratnya sebuah tanggungjawab yang akan dibawanya setelah menikah hingga memiliki keluarga suatu saat nanti.  Suntiang juga biasanya dipakai oleh para pendamping pengantin wanita.

Suntiang merupakan hasil dari akulturasi budaya antara Indonesia dengan negara lain. “Suntiang merupakan pencampuran budaya Cina dan masyarakat setempat. Namun, sampai saat ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Padangpariaman bahkan telah meluas ke seluruh wilayah Minangkabau. Semua masyarakat Minangkabau menggunakan suntiang untuk upacara pernikahan adat. Namun, tiap daerah memiliki perbedaan-perbedaan tertentu dalam menyusun rangkaian suntiang.

Suntiang memilik tingkatan dalam jumlah ganjil 9, 11, bahkan 13 tingkatan dan memiliki berat sekitar 3,5 hingga 5 kilogram. Namun, di zaman modern ini, suntiang dibuat dengan ukuran yang lebih kecil serta bahan yang lebih ringan, sehingga proses pembuatan dan pemakaiannya menjadi lebih mudah. Berat suntiang ini melambangkan betapa beratnya tanggung jawab yang akan dipikul perempuan Minang setelah menikah. Tanggung jawab ini tidak hanya sebatas keluarga, melainkan juga lingkungan tempat tinggalnya.

Berikut contoh macam-macam suntiang yang ada di minangkabau:

  1. Suntiang menurut Ukuran terdiri atas:
    • Suntiang Gadang
      • yang berarti suntiang besar yang biasanya dipakai oleh anak daro (mempelai perempuan) ketika resepsi pernikahan.
    • Suntiang Ketek
      • yang berarti suntiang kecil yang biasanya di gunakan oleh sumandan yang menjadi pengirim pengantin mempelai perempuan Ketika menikah inilai yang yang digunakan oleh adat Minangkabau.Selain itu dapat digunakan disaat acar karnaval budaya, dan acara adat lainnya.
  2. Suntiang Menurut Bentuk terdiri atas:
    • Suntiang Pisang Saparak
      • berasal dari kabupaten Solok dari segi bentuknya terlihat berbeda dengan suntiang biasanya. Suntiang ini bermotif hiasan yang terletak pada bagian depannya dan bagian luarnya terdapat juga berbagai macam hiasanya seperti bunga yang bewarna keemasan.
    • Suntiang Pisang Saikek
      • biasanya digunakan oleh masyarakat pesisir selatan, yang memiliki bentuk yang hampir menyerupai suntiang pada umunya. Suntiang ini dilengkapi dengan hiasan kecil-kecil yang ada dibelakangya disertai dengan hiasan lainnya.
    • Suntiang Kambang Loyang
      • berasal dari daerah Pariaman yang memiliki bentukan setengah lingkaran dilengkapi dengan hiasan yang ada didepannya berbentuk hiasan bunga yang bergoyang oleh karena itu disebut sebagai Suntiang Kambang Loyang.
  3. Suntiang Menurut Ikat terdiri atas:
    • Suntiang Ikek Pasisia
      • yang memiliki bentukan lurus dan setengah kotak,dan juga memiliki bentukan hiasan yang terlihat lebih simple dan elegan dibandingkan suntiang lainnya.
    • Suntiang Ikek Kurai
      • yang berasal dari kota Bukitinggidengan bentukan suntiang lebih kecil dan tidak terlalu mengembang.
    • Suntiang Ikek Solok Selayo
      • berasal dari Kota Solok Selatan memiliki bentuk rupa sesuai dengan Pisang Saparak yang juga berasa dari solok tapi yang membedakan suntiang ini yaitu dilihat dari warna hitam yang terdapat pada baju beludru yang di pakai dan suntiang ini berukuran tidak terlalu tinggi.
    • Suntiang Ikek Limo Puluah Kota
      • yang berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota yang memiliki bentuk rupa yang unik dan terlihat berbeda dengan suntiang pada umumnya yang biasanya berbentuk setengah lingkaran yang melingkar secara vertical namun terlihat berbeda dengan suntiang ikek limo puluah kota ini yang memiliki bentuk lingkaran secara horizontal lalu diatasnya terdapat hiasan yang menjulang tinggi.
    • Suntiang Ikek Sijujuang Koto Tujuah
      • memiliki bentuk lebih kecil dan juga memiliki sedikit hiasan hiasan yang terdapat pada suntiang ini.
    • Suntiang Ikek Sungayang
      • berasal dari kecamatan sungayang yang terdapat di Kabupaten Tanah Datar bentuk dasri suntiang ini hampir sama menyerupai dengan suntiang kembang Loyang yang berasal dari pariaman yang membedakan suntiang ini terlihat dari ukurannya. Suntiang kembang Loyang lebih besar dari suntiang sungayang

Sumber :