Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat terkenal dengan kekayaan alam baharinya yang dapat memanjakan mata. Selain kekayaan alamnya yang cantik, di Kepulauan Mentawai terdapat Suku Mentawai yang masih hidup dengan cara zaman nenek moyang dan belum terjamah dunia yang modern. Suku Mentawai masih menjaga kelestarian budaya yang sudah dilakukan secara turun temurun. Salah satunya tradisi gigi runcing.

Tradisi gigi runcing dilakukan oleh wanita suku Mentawai sebagai tanda kecantikan dan kedewasaan. Di dalam suku Mentawai, seorang wanita dikatakan cantik apabila memiliki 3 aspek yaitu telinganya Panjang, tubuhnya memiliki tato, dan giginya yang runcing.
Proses yang dilakukan wanita Mentawai untuk meruncingkan giginya tidaklah mudah. Peruncingan gigi depan atas dan bawah dilakukan menggunakan alat tradisional yang terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah. Proses ini dilakukan tanpa menggunakan obat penahan sakit. Sehingga mereka harus menahan rasa sakit dan pendarahan. Proses ini dilakukan oleh orang tua atau keluarga dari perempuan tersebut. Hasil dari peruncingan gigi ini, gigi menjadi berbentuk segitiga dan tajam.

Walaupun berdasarkan ilmu Kesehatan tradisi ini memiliki dampak negatif seperti lapisan gigi menjadi tipis sehingga lebih mudah terkena penyakit pada gigi, akan tetapi Tradisi gigi runcing ini diyakini memiliki nilai-nilai positif seperti keberanian, kesabaran, dan pengorbanan perempuan suku Mentawai untuk mencapai cita-cita mereka.
Sumber :